Lama Tidak Menulis = MACET MERANGKUM IDE

I have no idea. No idea how to improve a concept into final writing; so long since I had finished the last one around 3 weeks ago.

3 minggu!!!

Seharusnya tidak terlalu lama 21 hari itu, mengingat hadirnya untaian kegiatan yang sampai sekarang masih berkelanjutan. Upzzz… untaian? Heheheh… Itu memang bukan kegiatan berpuisi, namun kegiatan yang ada hampir seperti puisi. Bersenandung dalam setiap langkahnya. :p

Bagi yang membaca tulisan ini, jangan dipikirkan mau kemana si pencipta berangkat. Saya sedang gak (mau) berangkat kemana-mana kog. Cuma duduk mengetik dan mengalor-ngidul. Bahasa gaulnya: warming up. Pemanasan setelah 3 minggu gak olahraga jari dan otak.

Nah jari dan otak. Dua hal yang ga bisa dipisahkan dari kegiatan menulis. Menulis di sini berarti benar-benar menulis lho. Mencari ide, mengembangkannya, dan menuangkannya dalam bentuk tulisan jadi. Kalo di kampus dan sekolah, sebagian besar kegiatannya : menyalin. Hehehehe… hayo jujur : adakah diantara kalian yang menulis penjelasan sang guru sambil berpikir? Atau berprinsip menulis -menyalin- dulu lha baru ntar berpikir (walau ga jelas ‘ntar’ tu kapan)? Hihihihi… :))

Judul tulisan ini; LAMA TIDAK MENULIS = MACET MERANGKUM IDE; menempatkan saya pada status itu banget. Status saya saat ini lho (berharap besok-besok ga kayak gini lagi). Macet bener-bener macet… Karena itu saya ngalor-ngidul dulu di sini sebelum memasuki kefokusan.

Four days ago, I got an assignment to re-write a long essay. That essay should be briefer than previously. Awalnya ga merasa berat sich. Pikir saya, hanya merangkum essay, apa susahnya? Nah 20 menit yang lalu, begitu selesai membaca keseluruhan essay dan siap merangkai kata, mandeklah mau ngetik apa? Akhirnya, satu paragraf selesai dalam 15 menit meskipun tampilannya belum sempurna di mata saya (shock juga waktu tau 15 menit cuma jadi 1 paragraf). Tapi masalah berlanjut di paragraf kedua. Duh, konjungsi apa yang tepat untuk menyambungkan kehidupan 2 paragraf ini? Bingung lagi… setelah dirasa-rasa dan ditimbang-timbang, saya memang sangat memerlukan pemanasan.

Il faut que j’exprime toutes sortes d’idées déraisonnablement. Et ici, je fais ça!

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s